Sabtu , 26 November 2022

Sebutkan dan jelaskan pembagian masa pergerakan nasional

Pertanyaan

Sebutkan dan jelaskan pembagian masa pergerakan nasional!

Jawaban

Pembagian Masa Pergerakan Nasional:

  1. Masa awal pergerakan nasional (tahun 1900-an)
  2. Masa awal radikal (tahun 1920-1927-an)
  3. Masa moderat (tahun 1930-an)

Pembahasan

Pengerakan Nasional di Indonesia merupakan masa perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dari penjajah, yakni pada kurun tahun 1908-1945. Lahirnya pergerakan ini berawal dari timbulnya kesadaran baru dengan cita-cita nasional yang disertai lahirnya organisasi modern sejak 1908 menandakan lahirnya satu kebangkitan dengan semangat yang berbeda, yakni semangat nasionalisme. Pergerakan pada masa ini merupakan upaya untuk mengurungkan keinginan para kolonial yang ingin menanamkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

Perkembangan Pergerakan Nasional di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut:

  1. Masa Awal Pergerakan Nasional (Tahun 1900-an): Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan. Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo. Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta. Mereka sepakat mendirikan organisasi Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang berdiri di Indonesia. Berdirinya organisasi Budi Utomo mendorong pembentukkan organisasi pergerakan yang lain seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP).
  2. Masa Awal Radikal (Tahun 1920-1927-an): Pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal atau keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas nonkooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan pihak asing, yaitu pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi bersifat radikal banyak terbentuk pada masa ini, diantaranya adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
  3. Masa Moderat (Tahun 1930-an): Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan nasional mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif atau bersedia bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda karena pada masa ini, pemerintah Belanda sangat mengawasi organisasi yang berkembang pada masa tersebut. Organisasi-organisasi yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Selain organisasi-organisasi politik, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang dibentuk dan berkembang pada masa itu, antara lain Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Persatuan Pemuda Kristen, dan lain sebagainya.