Minggu , 16 Juni 2024

Berdasarkan bacaan di atas, tentukan ide pokok paragraf­ ke-2. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut!

Pertanyaan

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Penyandang Cacat yang Sukses

Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Ia tidak memiliki kedua kaki dari pangkal paha. Boleh dibilang, tubuhnya hanya separuh. Sebelum menggunakan kursi roda, ia mengayunkan dua tangan untuk menyeret tubuhnya untuk berjalan.

Meskipun tubuhnya tidak sempurna, sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Ia juga tidak mau dipapah atau digendong.

“Saya tidak mau dikasihani orang. Saya ingin sukses bukan karena orang kasihan kepada saya, melainkan karena kerja keras saya,” katanya lugas.

Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tetapi tidak menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dengan bekal ijazah diploma, ia diterima di sebuah perusahaan kontraktor sebagai staf personalia. Akan tetapi, belum lama ia bekerja, terjadi krisis moneter pada tahun 1998 sehingga perusahaannya terpaksa tutup. Akibatnya, mulailah periode Sidik menjadi pengangguran. Sidik tidak mau lama-lama menganggur. Ia mulai mengi­kuti berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda DKI bagi penyandang cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik adalah kursus membuat keru­puk dari singkong.

Bermodal satu juta rupiah dari sumbangan Pemda DKI, Sidik bersama istrinya memulai usaha membuat kerupuk singkong. “Saat itu belurn ada merek dan plastik pembungkusnya masih polos,” kata Sidik. Pada awal produksi, ia memroduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran dua ons dari bahan baku singkong sebanyak 10 kilogram. “Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih,” katanya mengenang.

Namun kini, dari hanya mengolah 10 kilogram singkong, Sidik mengolah sedikit­nya 50 hingga 100 kilogram singkong setiap bulannya. Ia juga sudah memiliki merek lengkap dengan cap dipembungkus produknya.

“Saya beri merek Cap Gurame. Merek ini sama sekali tidak ada hubungannya de­ngan ikan gurame, tetapi gurame adalah singkatan dari Gurih, Renyah, Enak,” katanya tersenyum.

“Kalau nanti ada dana lebih, merek ini akan saya patenkan,” tambahnya.

Beruntung, ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usaha.

Karena tidak punya kaki, saya sempat bingung. Bagaimanakah cara mengendarai sepeda motor? Akan tetapi, Sidik tidak kehilangan akal. la mendesain motornya agar tuas perseneling dapat dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor dengan tongkat besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tidak lupa, ia juga menempelkan gerobak di sampingnya untuk mengangkut muatan. “Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya,” ujar Sidik.

Saat ini, Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya. Setiap hari, ia masih berkeliling ke koperasi-koperasi atau warung-warung di seluruh pelosok ibu kota. Bah­kan, saat ini telepon selulernya sering berbunyi karena ada panggilan dari orang yang meminta agar pasokan kerupuk Cap Gurame segera dikirim .

Dari hasil usahanya, Sidik mengantongi keuntungan berkisar satu sampai dua juta rupiah per bulan. Meskipun jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar biasa. Dengan keadaan yang terbatas, ia menjadi entrepreuner sejati. Meminjam rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan dosen mata kuliah entrepreunership, Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen penduduknya menjadi entrepreuner agar men­jadi negara makmur. Sidik telah memulainya bertahun-tahun lalu. Jelaslah, Indonesia membutuhkan orang-orang gigih seperti Sidik.

Sumber: http://precious-one.com/kisah/dengan pengubahan seperlunyaspace

Berdasarkan bacaan di atas, tentukan ide pokok paragraf­ ke-2. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut!

gambar tabel penyandang cacat | Berdasarkan bacaan di atas, tentukan ide pokok paragraf­ ke-2. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut!

Pembahasan

Ide pokok adalah gagasan yang menjadi dasar sebuah paragraf. Ide pokok disajikan ke dalam bentuk kalimat utama. Kalimat utama yang memuat ide pokok bisa berada di awal paragraf, di tengah paragraf, atau di akhir paragraf. Ide pokok dari paragraf ke-2 dapat diketahui pada kutipan berikut:

“Meskipun tubuhnya tidak sempurna, sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Ia juga tidak mau dipapah atau digendong.”

Pada kutipan tersebut, ide pokok paragraf yang biasa disajikan dalam kalimat utama terletak di awal paragraf atau kalimat pertama paragraf dengan memiliki dua kalimat pendukung atau kalimat penjelas yang memaparkan tentang sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain, meskipun tubuhnya tidak sempurna.

Dengan demikian, jawaban pertanyaan di atas adalah “Meskipun tubuhnya tidak sempurna, sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain”.

Paragraf Ke- Ide Pokok
2 Meskipun tubuhnya tidak sempurna, sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain